Awalnya blog kumpulan tugas kuliah, lantas menjelma menjadi sarang laba-laba. kini dihidupkan kembali dengan berbagai post di dalamnya, beberapa artikel yang mungkin bermanfaat untuk dibaca, beberapa hanyalah limbah dari pikiran dan tulisan yang sayang jika hanya mengendap di folder tak terbaca.

Sabtu, 26 September 2015

Zat Gizi dan Psikologi #4: "Pengaruh Zat Gizi Terhadap Pekembangan Kecerdasan Anak"



PENGARUH ZAT GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN ANAK

A.      PEMBAHASAN

1.      Perkembangan Otak Janin

Faktor lingkungan memberi andil besar dalam kecerdasan anak.Lingkungan yang dimaksud adalah upaya membentuk “iklim” tumbuh kembang sebaik mungkin sejak anak dalam kandungan.Upaya tersebut diantaranya dapat dilakukan dengan memberi makanan yang adekuat, perawatan yang baik, dan lingkungan psikologis yang mendukung (Luize, 2006).

Masa embrio dan janin merupakan masa terpenting bagi perkembangan sel saraf, sekaligus masa yang rentan terhadap gangguan lingkungan, termasuk akibat defisiensi gizi (Agusman, 2001). Proses pertumbuhan dan perkembangan otak dan sistem saraf pusat merupakan proses yang kompleks dan sangat vital untuk mencapai manusia dewas yang sempurna, dalam bidang motoric (kasar maupun halus), bidang kognitif atau kecerdasan, bicara, dan fungsi sosialisasi.

2.      Zat gizi yang berperan dalam perkembangan otak janin

Pertumbuhan dan perbanyakan sel otak akan terhambat atau terhenti jika terjadi defisiensi zat gizi atau jika ibu hamil mengalami gizi buruk. Tidak hanya sel-sel neuron yang jumlahnya berkurang, tetapi juga ukuran sel-sel saraf menjadi lebih kecil.Zat gizi utama yang dapat menunjang perkembangan otak adalah protein dan lemak, serta zat gizi mikro seperti folasin, seng, dan zat besi.

Apabila kebutuhan protein ibu hamil tidak terpenuhi, maka perbanyakan jumlah sel otak janin yang dikandungnya akan terganggu ata terhenti dan ukuran kepala serta otak janin menjadi lebih kecil secara proporsional terhadap ukuran tubuh. Penelitian menunjukan bayi dengan kekurangan energi protein (KEP) umumnya memiliki IQ rendah, kemampuan abstraksi, verbal, dan mengingat jauh lebih rendah daripada anak normal. Dampak yang dapat terjadi dimasa sekolah adalah anak akan kesulitan dalam mengingat informasi, mengganggu kemampuan anak dalam memecahkan masalah, serta mengurangi kreativitas dan daya cipta. Penambahan protein terutama untuk pertumbuhan janin (termasuk jaringan otak dan sistem saraf pusat) dan aktivitas hormone esterogen dan progesterone.

Defisiensi lemak (terutama asam lemak linolenat dan linoleat) pada masa hamil dapat mengakibatkan kelahiran dini, berat badan lahir rendah, gangguan proses belajar, gangguan imunitas, dan risiko penyakit degenerative tinggi (Karyadi, 1998). Lemak diperlukan terutama untuk menyediakan asam lemak esensial sebagai sumber utama struktur otak, pembentukan membran sel otak, pembelahan maupun perkembangan struktur organ dan fungsi sel otak.

Defisiensi zat besi pada masa kehamilan mengakibatkan disfungsi otak dan gangguan jumlah sel otak.Asupan zat besi (Fe) juga diduga erat kaitannya dengan kemampuan intelektual. Hasil penelitian Politt terhadap 46 orang anak usia 3-5 tahun menunjukan bahwa anak dengan defisiensi zat besi ternyata memiliki kemampuan mengingat dan memusatkan perhatian lebih rendah.Zat besi perlu untuk neurotransmisi fungsi ottak dan pembentukan sel darah merah bagi janin serta persediaan mengganti darah yang hilang akibat proses melahirkan.

Karbohidrat khususnya laktosa merupakan komponen penting untuk pertumbuhan otak.Kalsium untuk proses pembentukan tulang pada janin dan diperlukan bagi kegiatan neuron serta untuk persiapan proses menyusui bagi ibu.Defisiensi folasin dapat menyebabkan penghambatan produksi DNA dan perbanyakan sel otak.Defesiensi seng berakibat gangguan daya ingat dan proses belajar. Seng berperan dalam pembentukan dan penggunaan enzim-enzim yang berkaitan dengan perbanyakan sel otak.

1.      Makanan yang Penting Untuk Perkembangan Otak 

Salah satu caranya adalah memberi asupan makanan yang berguna bagi perkembangan otak. Asupan makanan bergizi tinggi akan merangsang perkembangan otak anak sehingga lebih berkualitas, baik dari segi memori maupun konsentrasi.Dengan mengonsumsi makanan untuk otak, pertumbuhan dan perkembangan anak akanmenjadi lebih baik. “Otak adalah organ tubuh pertama yang menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi,” kata Bethany Thayer, ahli nutrisi dari American Dietetic Association (ADA).

Berikut adalah jenis – jenis makanan yang baik untuk perkembangan otak bagi anak
1.      Ikan Salmon
Jenis ikan ini memang sangat berguna bagi perkembangan otak si kecil.Kandungan asam omega 3, DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid) dalam ikan salmon cukup banyak.Menurut penelitian, seseorang banyak mengonsumsi asam omega memiliki pikiran yang lebih tajam dan mendapatkan hasil tes psikologi yang lebih baik.Selain ikan salmon, ikan tuna juga mengandung omega-3 tetapi tidak sebanyak salmon.

2.      Telur
Telur merupakan sumber protein tinggi, dan kuning telurnya mengandung cholin, yang berguna untuk perkembangan memori otak agar dapat berfungsi maksimal.

3.      Kacang (Selai kacang)
"Kacang atau selai kacang adalah sumber vitamin E, yang mengandung zat antioksidan untuk melindungi membran saraf pada otak.Kacang juga memiliki vitamin B1 (thiamin) untuk memenuhi kebutuhan otak dan sistem saraf akan glukosa dalam pembentukan energi," kata Andrea Giancoli, ahli nutrisi dari American Dietetic Association (ADA).

4.      Oat (Bubur Oat)
Bubur oat memiliki kandungan serat, vitamin E, vitamin B, potassium, dan zinc yang bisa memberikan energy dan bahan bakar bagi anak. Bahkan tidak hanya untuk perkembangan otak, oat juga bisa membuat tubuh lebih sehat.

5.      Buah Beri (Strawberi, Blueberi, atau Blackberi )
Kelompok buah beri merupakan buah-buahan yang berguna untuk pertumbuhan otak. Secara umum nutrisi pada kelompok buah beri lebih banyak dibandingkan dengan buah lain, terutama zat antioksidan dan vitamin C yang sangat berguna untuk pencegahan kanker.

6.      Buncis
Buncis memiliki kandungan serat, vitamin, mineral dan protein yang cukup banyak.Kacang buncis juga sangat baik karena menjaga stamina otak anak saat anak banyak kegiatan, pekerjaan rumah atau ujian.

7.      Sayuran Berwarna
Tomat, kentang labu, bayam hijau, bayam merah, dan wortel adalah sayur-mayur yang kaya antioksidan dan serat alami.Antioksidan membuat sel-sel otak menjadi lebih kuat dan sehat.

8.      Susu dan Yoghurt
Produk susu memiliki kandungan protein dan vitamin B yang sangat tinggi. Hal itu sangat baik untuk perkembangan jaringan dan enzim pada otak anak."Susu dan yogurt juga mengandung protein dan karbohidrat tinggi yang berguna untuk sumber energi otak,” kata Thayer.

B.       KESIMPULAN

Dari artikel/ jurnal yang dibahas, dapat disimpulkan subjek adalah ibu hamil dan janin.Secara umum artikel/ jurnal membahas pengaruh zat gizi (KH, protein, lemak, Fe, Ca, Zn, dan folasin) terhadap tumbuh kembang janin dan dampak atau akibat yang terjadi pada masa bayi hingga menginjak masa sekolah dan berlanjut hingga dewasa.Kesimpulannya, proses pembentukan kecerdasan pada masa embrio dipengaruh oleh faktor zat gizi terutama KH, protein, lemak, Fe, Ca, Zn, dan folasin.Kecerdasan menjadi modal utama seseorang anak untuk mengarungi masa kehidupan selanjutnya.Karena kecerdasan dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar