Awalnya blog kumpulan tugas kuliah, lantas menjelma menjadi sarang laba-laba. kini dihidupkan kembali dengan berbagai post di dalamnya, beberapa artikel yang mungkin bermanfaat untuk dibaca, beberapa hanyalah limbah dari pikiran dan tulisan yang sayang jika hanya mengendap di folder tak terbaca.

Rabu, 16 September 2015

Likopen dalam Tomat sebagai Pencegahan Kanker Prostat



Likopen dalam Tomat sebagai Pencegahan Kanker Prostat

oleh : Dwi Astuti Farikha
 
Dewasa ini, seiring dengan munculnya berbagai jenis makanan, penyakit yang diderita manusia pun beragam. Pola makan yang salah, kurang berolahraga, serta gaya hidup yang serba instan menyebabkan berbagai penyakit mudah sekali bersarang di tubuh. Kanker prostat menduduki peringkat kedua penyebab kematian akibat kanker pada pria. Sekitar 72% pria yang didiagnosa kanker prostat akan hidup sampai 10 tahun dan 53% akan hidup sampai 15 tahun. Menu makanan adalah salah satu faktor yang dianggap sebagai faktor resiko yang penting untuk pertumbuhan kanker prostat, selain faktor usia, faktor keturunan/genetik, faktor lingkungan dan faktor gaya hidup seperti merokok.1

Likopen adalah bahan alami yang ditemukan dalam jumlah besar pada tomat dan buah-buahan berwarna merah lain seperti semangka, pepaya dan jambu. Likopen berperan sebagai antioksidan dan memiliki pengaruh dalam menurunkan resiko berbagai penyakit kronis termasuk kanker.1

Apa Itu Kanker Prostat ?
 Kelenjar prostat terletak di perut bagian bawah, yaitu di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kemih. Fungsi prostat adalah memproduksi air mani untuk melarutkan sperma yang dihasilkan oleh testis. Pada laki-laki muda, prostat kira-kira berukuran sedikit lebih besar dari kacang mede (sekitar 4x2 cm), dan membesar seiring bertambahnya usia.2

Kaker adalah pertumbuhan yang tidak normal dan tidak terkendali dari sel-sel tubuh. Kanker prostat adalah kelompok sel yang tidak normal di kelenjar prostat. Kanker prostat dapat menjadi ganas, tumbuh sangat cepat, dan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya (metastasis). Selain itu, ada kanker prostat yang tumbuh secara perlahan sehingga pasien tidak merasakan gejala. Kanker prostat salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria berumur sebelum 50 tahun.2

Sulit berkemih adalah salah satu gejala dari kanker prostat. Gejala ini berupa perasaan ingin berkemih namun tidak ada yang keluar, sehingga harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya hanya sedikit-sedikit. Gejala ini terjadi akibat membesarnya kelenjar prostat karena ada tumor di dalamnya. Secara alami kelenjar prostat akan semakin membesar seiring bertambahnya usia seseorang, untuk membedakan antara gejala pembesaran prostat dan kanker prostat maka seseorang harus memeriksakan diri ke dokter. Gejala lainnya yaitu rasa nyeri dan keluar darah saaat berkemih. Gejala ini jarang terjadi namun jangan diabaikan meskipun darah yang keluar hanya sedikit, samar-samar, atau hanya berwarna merah muda.2
 

Gambar 1. Perbedaan antara prostat normal dan kanker prostat
Likopen
Likopen adalah bahan alami yang ditemukan dalam jumlah besar pada tomat dan buah-buahan berwarna merah lain seperti semangka, jambu biji merah, jeruk florida, dan papaya. Likopen merupakan kelompok karotenoid (seperti beta-karoten). Walaupun ada sekitar 600 karotenoid, likopen adalah bentuk yang paling banyak ditemukan dalam makanan (betakaroten terbanyak kedua).1 Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai antioksidan3.

Antioksidan adalah molekul yang sangat penting yang bertindak sebagai pemusnah radikal bebas. Antioksidan bekerja menangkap radikal bebas dan melepaskan elektronnya sendiri, sehingga mencegah oksidasi oleh radikal bebas yang dapat merusak molekul-molekul lain. Tubuh kita secara alami memiliki serangkaian jaringan antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh. Namun, tubuh tidak dapat memproduksi jumlah yang cukup. Menu makanan yang kaya buah dan sayuran merupakan sumber antioksidan yang sangat baik, yang mengandung vitamin E, vitamin C dan berbagai karotenoid seperti beta-karoten dan likopen. Kebiasaan mengkonsumsi makanan kaya karoten telah lama dikaitkan dengan berbagai keuntungan bagi kesehatan termasuk kemampuannya untuk melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif.1
 
Likopen terbukti sebagai antioksidan yang efektif, yang berarti memiliki kemampuan untuk mencegah radikal bebas merusak sel yang disebabkan oleh ROS (reactive  oxygen species). Sebagai antioksidan, likopen dua kali lebih efektif dibandingkan beta-karoten dalam melindungi sel darah putih dari kerusakan membran oleh radikal bebas.4






Gambar 2. Buah-buahan sumber likopen

Kandungan Likopen paling tinggi berada pada tomat. Pada tomat yang masih segar jumlah likopen sebesar 3,1-7,7 mg/100g.3 Tomat yang dihancurkan atau dimasak nampaknya menjadi sumber likopen lebih baik dibanding tomat utuh, karena selama proses pemanasan tersebut terjadi isomerisasi dan oksidasi. Konsumsi tomat yang tidak dimasak tidak akan meningkatkan konsentrasi serum likopen.5 Setelah diserap oleh tubuh, likopen disimpan dalam hati, paru-paru, kelenjar prostat, kolon, dan kulit. Konsentrasinya pada jaringan dalam tubuh cenderung lebih tinggi daripada karotenoid lainnya. Ketika kadar likopen dalam darah meningkat, terjadi penurunan level senyawa yang teroksidasi.3

Pada penelitian terhadap pasien-pasien kanker prostat, konsumsi suplemen likopen terbukti memperlambat pertumbuhan tumor. Pada pasien yang mengkonsumsi likopen, tumor prostat bahkan mengecil dan menunjukkan penurunan tingkat antigen spesifik prostat (prostate specific antigen/PSA), yaitu suatu senyawa yang diproduksi oleh sel kanker prostat yang aktif. Catatan yang penting dalam penelitian ini adalah bahwa suplemen likopen yang digunakan bukan suplemen likopen yang dimurnikan, melainkan konsentrat tomat yang mengandung kadar tinggi likopen. Hasil penelitian di Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa konsumsi 10 porsi produk tomat per minggu dapat menurunkan resiko kanker prostat hingga 35%. Penelitian ini memonitor kebiasaan makan dan tingkat kejadian kanker prostat pada 48.000 orang pria selama 4 tahun dan menguji 46 jenis buah dan sayur dan produk olahannya yang dikonsumsi dalam menu makanan mereka. Efek protektif ternyata bahkan lebih kuat ketika penelitian memfokuskan pada resiko kanker prostat yang lebih lanjut atau lebih agresif. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa antioksidan yang sangat kuat dan efektif dalam perawatan kanker prostat adalah likopen. Penelitian ini juga mengemukakan bahwa likopen dapat dengan mudah diserap dan disimpan pada prostat, kelenjar adrenalin, dan testis.1

Likopen telah terbukti cenderung terkonsentrasi di jaringan prostat. Dari semua karotenoid yang ada di kelenjar prostat, kadar likopen merupakan yang tertinggi. Penelitian Universitas Toronto menemukan bahwa pasien kanker prostat memiliki level likopen serum dan jaringan prostat lebih rendah dibandingkan responden yang sehat. Pada penelitian kultur sel, likopen, jika dikombinasikan dengan vitamin E, mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Data-data ini menunjukkan bukti lebih lanjut bahwa konsumsi lebih banyak produk olahan tomat dan makanan lain yang mengandung likopen dapat menurunkan risiko kanker prostat.3

Likopen dalam Olahan Tomat

Olahan tomat memiliki kadar likopen yang lebih tinggi dibandingkan dengan tomat segar. Hal ini karena likopen dalam tomat meningkat apabila diproses menggunakan suhu tinggi dan waktu yang sebentar.2

Tahapan proses pengolahan tomat yang melibatkan pemanasan diantaranya adalah
evaporasi, blanching dan pengeringan. Evaporasi merupakan proses yang melibatkan pindah panas dan pindah massa secara simultan. Pada proses ini, sebagian air atau pelarut akan diuapkan sehingga akan diperoleh suatu produk yang kental (konsentrat). Penguapan terjadi karena cairan akan mendidih dan berlangsungnya perubahan fase dari cair menjadi uap. Blanching  dilakukan untuk menghentikan semua proses kehidupan buah termasuk penginaktifan enzim yang dapat mengakibatkan kerusakan pada warna, perubahan flavor, aroma dan tekstur, membunuh jamur dan bakteri atau menyebabkan koagulasi kandungan sel. Kedua proses ini umum digunakan pada pengolahan tomat menjadi pasta, saus, sambal dan lain-lain. Sedangkan proses pengeringan umumnya digunakan pada pembuatan bubuk atau tepung dan irisan tomat kering.1

Hasil penelitian  menyebutkan bahwa sifat bioavailability likopen meningkat setelah pemasakan, sehingga produk olahan tomat seperti saus, jus dan saus pizza memiliki lebih banyak likopen yang bersifat bioavailable dibandingkan tomat segar. Hal ini disebabkan karena likopen terikat dengan struktur sel tomat dan perubahan suhu dalam proses pengolahan dapat melepaskan likopen dari struktur sel tersebut. Likopen dalam buah yang belum diproses tersedia dalam bentuk trans, yang merupakan bentuk yang tidak mudah diserap tubuh. Pemanasan jus tomat dengan minyak jagung selama 1 jam mengubah likopen dari bentuk trans menjadi cis, sehingga meningkatkan penyerapannya oleh tubuh.4
Ada berbagai macam produk olahan tomat dengan berbagai cara pengolahan. Menurut USDA produk olahan tomat antara lain :

1.      Sari tomat, yaitu produk yang didapatkan dari penyaringan tomat muda, matang atau yang telah dimasak, melalui kain saring sehingga terpisah dari kulit dan biji.

2.      Pasta tomat, yaitu sari tomat yang diuapkan tidak atau dengan penambahan garam atau rempah-rempah, sehingga mengandung tidak kurang dari 24% padatan tomat bebas garam. Heavy tomato paste adalah pasta tomat yang mengandung tidak kurang dari 33% padatan tomat bebas garam, medium  paste mengandung 29-33% dan light  paste mengandung 25-29%. Tomat adalah buah yang memiliki berbagai vitamin dan senyawa anti penyakit yang baik bagi kesehatan. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, buah tomat dapat juga dikonsumsi dalam bentuk olahan, seperti sari tomat, pasta tomat, pure tomat, saos tomat, jus tomat, dan lain-lain. Zat aktif utama dalam tomat yang ditemukan dalam jumlah besar adalah likopen. Likopen sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain itu dapat berfungsi sebagai antioksidan alami, mencegah kanker prostat, penyakit pada wanita seperti kanker payudara serta menekan terjadinya osteoporosis. Berbagai penelitian menemukan bahwa likopen dalam tomat akan lebih mudah diserap tubuh jika diproses menjadi olahan seperti jus, pasta dan lain-lain.

3.      Puree tomat, yaitu sari tomat yang diuapkan tidak atau dengan penambahan garam dan mengandung paling sedikit 8,5% padatan tomat bebas garam.
4.      Saus tomat, yaitu bubur kental yang diperoleh dari pasta tomat yang diuapkan dengan penambahan bumbu untuk meningkatkan cita rasa seperti gula, garam, cuka, bawang merah, bawang putih, cengkeh, dan merica dengan total padatan 30-40%.

Gambar 3. Saus tomat

5.      Chilli  sauce, yaitu produk yang dibuat dari potongan kupasan tomat matang yang ditambah irisan lada, garam, gula, rempahrempah dan cuka tidak atau dengan bawang merah dan bawang putih.
6.      Jus tomat, yaitu bubur tomat tidak atau dengan pemanasan dan tidak atau dengan penambahan garam
Gambar 4. Jus tomat

Resep Olahan Tomat

Puree adalah salah satu olahan tomat. Puree dibuat dengan cara memasak bubur atau slurry daging buah tomat dengan gula hingga diperoleh kekentalan yang diinginkan Berikut adalah resep membuat puree tomat.3

Bahan :
- Tomat 1 - 2 kg
- Gula pasir 5 % (b/v)
- Na-benzoat 0,1 % (b/v)

Alat :
- Pisau - Panci
- Saringan - Wadah / cup gelas
- Blender - Sealer
- Baskom

Cara Pembuatan :
- Buah tomat dicuci dengan air mengalir
- Buah tomat dibelah menjadi 2 bagian, biji dan air pada bagian dalam buah tomat dibuang
- Daging buah tomat diblansing pada suhu 100oC selama kurang lebih 3 menit
- Setelah ditiriskan, kulit buah tomat dikelupas
- Daging buah tomat dihancurkan dengan blender hingga menjadi bubur tomat
- Bubur tomat / slurry ditambahkan dengan gula secukupnya (sesuai selera)
- Campuran slurry dimasak dengan api kecil dan diaduk hingga mengental (kurang lebih selama   15-20 menit)
- Puree yang telah jadi dan dingin siap untuk dikemas atau dibekukan untuk memperpanjang   daya simpan









DAFTAR PUSTAKA
1.      Kailaku, Sari Intan Kailaku., Dewandari, Kun Tanti., dan Sunarmani. 2007. Potensi Likopen dalam Tomat untuk Kesehatan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Vol. 3.
2.      Suryo, Joko. 2005. Penyembuh Herbal Wasir dan Kanker Prostat.Yogyakarta : Bentang Pustaka.
3.      Rukmi, Widya Dwi., Nurcholis, Mochamad., dan Maligan, Jaya Maha. 2010. Aneka Produk Olahan Tomat dan Cabe. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya.
4.      Mappiratu., Nurhaeni., dan Israwaty, IIa. 2010. Pemanfaatan Tomat Afkiran untuk Produksi Likopen. Media Litbang Sulteng III No. (1) : 64 – 69.
5.      Damayanthi, Eva., Kustiyah, Lilik., dan Farizal, Henry. 2010.  Aktivitas Antioksidan Bekatul Lebih Tinggi daripada Jus Tomat dan Penurunan Aktivitas Antioksidan Serum setelah Intervensi Minuman Kaya Antioksidan. Jurnal Gizi dan Pangan, 2010, 5(3): 205–210



Tidak ada komentar:

Posting Komentar