Awalnya blog kumpulan tugas kuliah, lantas menjelma menjadi sarang laba-laba. kini dihidupkan kembali dengan berbagai post di dalamnya, beberapa artikel yang mungkin bermanfaat untuk dibaca, beberapa hanyalah limbah dari pikiran dan tulisan yang sayang jika hanya mengendap di folder tak terbaca.

Kamis, 02 Juli 2015

Menjadi Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karier?

masih di kota yang sama, suasana yang sama, rutinitas yang sama.
kapan kamu mau ajak aku ke kota yang berbeda, dengan suasana dan rutinitas yang berbeda? #INIKODELHOKODE 

beberapa hari yang lalu, ada temen yang nge-share tulisan dari sebuah akun. tulisannya panjaaaaaaaaaaaaaaaaang banget. intinya sih simple, si akun itu, yang notabene cewek, punya pemikiran bahwa cewek itu harus kerja! harus mandiri, jangan mau cuma dirumah aja, harus berkarya, harus "sejajar" sama pria. dari sudut pandang si akun itu, kerasa banget sisi feminis saat baca tulisannya. emosinya kerasa menggebu-gebu banget.
ada beberapa hal yang saya setuju dari pernyataan si cewek itu, tentang wanita harus mandiri, harus berkarya, harus cerdas! I'm really agree with that.
tapi ada beberapa pernyataannya yang saya sungguh sangat tidak sepaham dengan dia, seperti wanita itu harus kuat dan berani minta CERAI dari suami, wanita tidak perlu laki-laki, dst dst.

saya merasa tulisan itu menarik untuk didiskusikan. dan alhasil saya forward dengan tanpa dosa ke mas aka :p
waktu jam menunjukkan pukul 23.30 kala itu. saya pikir pasti mas aka sudah tidur, atau akan membacanya esok hari, tapi ternyata pukul 00.30 saya mendapat balasan dari salah satu akun sosial medianya.
duh, jadi ngerasa bersalah deh ganggu jam istirahat mas aka :(

tapi pandangan mas aka tentang tulisan tadi ternyata menarik banget! hahaha :*
saya post disini gapapa ya?
ayolaaaah, saya jamin pasti kalian akan suka dengan pola pikirnya ;)


...."Kamu ga harus pinter atau kuat atau mandiri untuk dapat penghormatan dariku. Kami laki-laki tau cara menghormati wanita. Keinginan kami agar wanita tidak bekerja bukan semata-mata untuk membuat nilainya lebih rendah atau membuat kalian-wanita lebih bergantung kepada kami. Tapi kami ingin menjunjung kalian"

"Taukah kalian jika kami-pria selalu khawatir terhadap pasangan kami jika kami tidak ada disamping kalian, memastikan dengan mata dan indera kami yang lain bahwa kalian baik-baik saja. Lalu bagaimana mungkin kami membiarkan kalian berkeliaran mencari uang, sedangkan keamanan kalian tidak pasti. Setidaknya kalian akan jauh lebih aman dirumah. Dan kalo kalian-wanita berpikir bahwa kalian membuat diri kalian independen akan membuat kalian berani mengambil keputusan untuk bercerai, saya kira pola yang salah. Independensi bukan untuk menghadapi perceraian, tapi malah sesuatu yang bisa mendorong perceraian. Karena dasarnya kami merasa senang bila dibutuhkan. kami pikir kalian juga begitu bukan? Saya pikir itu sifat alami manusia (merasa senang bila dibutuhkan). Kita itu makhluk sosial, ga bisa sepenuhnya kita mandiri. dan jangan menyangkalnya, tolong."

"Saya setuju, dengan komentar yang awal. Jangan mau nikah sama pria yang kaya. Nikahilah pria yang mau berusaha dan punya tujuan hidup lebih baik. Dan kalian wanita jangan pernah berpikir kalo hidup ga mau capek, semua ada porsinya capek harus disantap habis kalo mau sukses. Kami bekerja kalian urus rumah, didik anak dsb. Namanya bagi2 kerja, kerjasama yang apik kan? Bukan dua2nya kerja, apalagi yang satu lagi tidak mau diatur dengan alasan independensi. Pola pikir penulis kayaknya terlalu ke barat2an, terlalu berorientasi pada wanita karier yang ga melihat keluarga (dalam hal ini anak)."

"Buat apa karir seorang wanita tinggi tapi tidak bisa ndidik anak? Mau jawab apa sama yang menitipkan anak tsb kelak?"


I love you more, Mas :)