kapan kamu mau ajak aku ke kota yang berbeda, dengan suasana dan rutinitas yang berbeda? #INIKODELHOKODE
beberapa hari yang lalu, ada temen yang nge-share tulisan dari sebuah akun. tulisannya panjaaaaaaaaaaaaaaaaang banget. intinya sih simple, si akun itu, yang notabene cewek, punya pemikiran bahwa cewek itu harus kerja! harus mandiri, jangan mau cuma dirumah aja, harus berkarya, harus "sejajar" sama pria. dari sudut pandang si akun itu, kerasa banget sisi feminis saat baca tulisannya. emosinya kerasa menggebu-gebu banget.
ada beberapa hal yang saya setuju dari pernyataan si cewek itu, tentang wanita harus mandiri, harus berkarya, harus cerdas! I'm really agree with that.
tapi ada beberapa pernyataannya yang saya sungguh sangat tidak sepaham dengan dia, seperti wanita itu harus kuat dan berani minta CERAI dari suami, wanita tidak perlu laki-laki, dst dst.
saya merasa tulisan itu menarik untuk didiskusikan. dan alhasil saya forward dengan tanpa dosa ke mas aka :p
waktu jam menunjukkan pukul 23.30 kala itu. saya pikir pasti mas aka sudah tidur, atau akan membacanya esok hari, tapi ternyata pukul 00.30 saya mendapat balasan dari salah satu akun sosial medianya.
duh, jadi ngerasa bersalah deh ganggu jam istirahat mas aka :(
tapi pandangan mas aka tentang tulisan tadi ternyata menarik banget! hahaha :*
saya post disini gapapa ya?
ayolaaaah, saya jamin pasti kalian akan suka dengan pola pikirnya ;)
...."Kamu ga harus pinter atau kuat atau mandiri untuk dapat penghormatan
dariku. Kami laki-laki tau cara menghormati wanita. Keinginan kami agar
wanita tidak bekerja bukan semata-mata untuk membuat nilainya lebih
rendah atau membuat kalian-wanita lebih bergantung kepada kami. Tapi
kami ingin menjunjung kalian"
"Taukah kalian jika kami-pria selalu
khawatir terhadap pasangan kami jika kami tidak ada disamping kalian,
memastikan dengan mata dan indera kami yang lain bahwa kalian baik-baik
saja. Lalu bagaimana mungkin kami membiarkan kalian berkeliaran mencari
uang, sedangkan keamanan kalian tidak pasti. Setidaknya kalian akan jauh
lebih aman dirumah. Dan kalo kalian-wanita berpikir bahwa kalian
membuat diri kalian independen akan membuat kalian berani mengambil
keputusan untuk bercerai, saya kira pola yang salah. Independensi bukan
untuk menghadapi perceraian, tapi malah sesuatu yang bisa mendorong
perceraian. Karena dasarnya kami merasa senang bila dibutuhkan. kami
pikir kalian juga begitu bukan? Saya pikir itu sifat alami manusia
(merasa senang bila dibutuhkan). Kita itu makhluk sosial, ga bisa
sepenuhnya kita mandiri. dan jangan menyangkalnya, tolong."
"Saya setuju, dengan komentar yang awal. Jangan mau nikah sama pria yang
kaya. Nikahilah pria yang mau berusaha dan punya tujuan hidup
lebih baik. Dan kalian wanita jangan pernah berpikir kalo hidup ga mau
capek, semua ada porsinya capek harus disantap habis kalo mau sukses. Kami bekerja kalian urus rumah, didik anak dsb. Namanya bagi2 kerja,
kerjasama yang apik kan? Bukan dua2nya kerja, apalagi yang satu lagi
tidak mau diatur dengan alasan independensi. Pola pikir penulis kayaknya
terlalu ke barat2an, terlalu berorientasi pada wanita karier yang ga
melihat keluarga (dalam hal ini anak)."
"Buat apa karir seorang wanita
tinggi tapi tidak bisa ndidik anak? Mau jawab apa sama yang menitipkan
anak tsb kelak?"
I love you more, Mas :)