PENGARUH ZAT GIZI TERHADAP
PERKEMBANGAN KECERDASAN ANAK
A.
PEMBAHASAN
1.
Perkembangan
Otak Janin
Faktor lingkungan memberi andil
besar dalam kecerdasan anak.Lingkungan yang dimaksud adalah upaya membentuk
“iklim” tumbuh kembang sebaik mungkin sejak anak dalam kandungan.Upaya tersebut
diantaranya dapat dilakukan dengan memberi makanan yang adekuat, perawatan yang
baik, dan lingkungan psikologis yang mendukung (Luize, 2006).
Masa embrio dan janin merupakan
masa terpenting bagi perkembangan sel saraf, sekaligus masa yang rentan
terhadap gangguan lingkungan, termasuk akibat defisiensi gizi (Agusman, 2001).
Proses pertumbuhan dan perkembangan otak dan sistem saraf pusat merupakan
proses yang kompleks dan sangat vital untuk mencapai manusia dewas yang
sempurna, dalam bidang motoric (kasar maupun halus), bidang kognitif atau
kecerdasan, bicara, dan fungsi sosialisasi.
2.
Zat
gizi yang berperan dalam perkembangan otak janin
Pertumbuhan dan perbanyakan sel
otak akan terhambat atau terhenti jika terjadi defisiensi zat gizi atau jika
ibu hamil mengalami gizi buruk. Tidak hanya sel-sel neuron yang jumlahnya
berkurang, tetapi juga ukuran sel-sel saraf menjadi lebih kecil.Zat gizi utama
yang dapat menunjang perkembangan otak adalah protein dan lemak, serta zat gizi
mikro seperti folasin, seng, dan zat besi.
Apabila kebutuhan protein ibu hamil
tidak terpenuhi, maka perbanyakan jumlah sel otak janin yang dikandungnya akan
terganggu ata terhenti dan ukuran kepala serta otak janin menjadi lebih kecil
secara proporsional terhadap ukuran tubuh. Penelitian menunjukan bayi dengan
kekurangan energi protein (KEP) umumnya memiliki IQ rendah, kemampuan
abstraksi, verbal, dan mengingat jauh lebih rendah daripada anak normal. Dampak
yang dapat terjadi dimasa sekolah adalah anak akan kesulitan dalam mengingat
informasi, mengganggu kemampuan anak dalam memecahkan masalah, serta mengurangi
kreativitas dan daya cipta. Penambahan protein terutama untuk pertumbuhan janin
(termasuk jaringan otak dan sistem saraf pusat) dan aktivitas hormone esterogen
dan progesterone.
Defisiensi lemak (terutama asam
lemak linolenat dan linoleat) pada masa hamil dapat mengakibatkan kelahiran
dini, berat badan lahir rendah, gangguan proses belajar, gangguan imunitas, dan
risiko penyakit degenerative tinggi (Karyadi, 1998). Lemak diperlukan terutama
untuk menyediakan asam lemak esensial sebagai sumber utama struktur otak,
pembentukan membran sel otak, pembelahan maupun perkembangan struktur organ dan
fungsi sel otak.
Defisiensi zat besi pada masa
kehamilan mengakibatkan disfungsi otak dan gangguan jumlah sel otak.Asupan zat
besi (Fe) juga diduga erat kaitannya dengan kemampuan intelektual. Hasil
penelitian Politt terhadap 46 orang anak usia 3-5 tahun menunjukan bahwa anak
dengan defisiensi zat besi ternyata memiliki kemampuan mengingat dan memusatkan
perhatian lebih rendah.Zat besi perlu untuk neurotransmisi fungsi ottak dan
pembentukan sel darah merah bagi janin serta persediaan mengganti darah yang
hilang akibat proses melahirkan.
Karbohidrat khususnya laktosa
merupakan komponen penting untuk pertumbuhan otak.Kalsium untuk proses
pembentukan tulang pada janin dan diperlukan bagi kegiatan neuron serta untuk
persiapan proses menyusui bagi ibu.Defisiensi folasin dapat menyebabkan penghambatan
produksi DNA dan perbanyakan sel otak.Defesiensi seng berakibat gangguan daya
ingat dan proses belajar. Seng berperan dalam pembentukan dan penggunaan
enzim-enzim yang berkaitan dengan perbanyakan sel otak.
1.
Makanan
yang Penting Untuk Perkembangan Otak
Salah satu caranya adalah memberi
asupan makanan yang berguna bagi perkembangan otak. Asupan makanan bergizi
tinggi akan merangsang perkembangan otak anak sehingga lebih berkualitas, baik
dari segi memori maupun konsentrasi.Dengan mengonsumsi makanan untuk otak,
pertumbuhan dan perkembangan anak akanmenjadi lebih baik. “Otak adalah organ
tubuh pertama yang menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi,” kata Bethany
Thayer, ahli nutrisi dari American
Dietetic Association (ADA).
Berikut adalah jenis – jenis makanan yang baik untuk
perkembangan otak bagi anak
1. Ikan
Salmon
Jenis ikan ini memang sangat berguna bagi
perkembangan otak si kecil.Kandungan asam omega 3, DHA (docosahexaenoic acid)
dan EPA (eicosapentaenoic acid) dalam ikan salmon cukup banyak.Menurut
penelitian, seseorang banyak mengonsumsi asam omega memiliki pikiran yang lebih
tajam dan mendapatkan hasil tes psikologi yang lebih baik.Selain ikan salmon,
ikan tuna juga mengandung omega-3 tetapi tidak sebanyak salmon.
2. Telur
Telur merupakan sumber protein tinggi, dan kuning
telurnya mengandung cholin, yang berguna untuk perkembangan memori otak agar
dapat berfungsi maksimal.
3. Kacang
(Selai kacang)
"Kacang atau selai kacang adalah sumber vitamin
E, yang mengandung zat antioksidan untuk melindungi membran saraf pada
otak.Kacang juga memiliki vitamin B1 (thiamin) untuk memenuhi kebutuhan otak
dan sistem saraf akan glukosa dalam pembentukan energi," kata Andrea
Giancoli, ahli nutrisi dari American Dietetic Association (ADA).
4. Oat
(Bubur Oat)
Bubur oat memiliki kandungan serat, vitamin E,
vitamin B, potassium, dan zinc yang bisa memberikan energy dan bahan bakar bagi
anak. Bahkan tidak hanya untuk perkembangan otak, oat juga bisa membuat tubuh
lebih sehat.
5. Buah
Beri (Strawberi, Blueberi, atau Blackberi )
Kelompok buah beri merupakan buah-buahan yang
berguna untuk pertumbuhan otak. Secara umum nutrisi pada kelompok buah beri
lebih banyak dibandingkan dengan buah lain, terutama zat antioksidan dan
vitamin C yang sangat berguna untuk pencegahan kanker.
6. Buncis
Buncis memiliki kandungan serat, vitamin, mineral
dan protein yang cukup banyak.Kacang buncis juga sangat baik karena menjaga
stamina otak anak saat anak banyak kegiatan, pekerjaan rumah atau ujian.
7. Sayuran
Berwarna
Tomat, kentang labu, bayam hijau, bayam merah, dan
wortel adalah sayur-mayur yang kaya antioksidan dan serat alami.Antioksidan
membuat sel-sel otak menjadi lebih kuat dan sehat.
8. Susu
dan Yoghurt
Produk susu memiliki kandungan protein dan vitamin B
yang sangat tinggi. Hal itu sangat baik untuk perkembangan jaringan dan enzim
pada otak anak."Susu dan yogurt juga mengandung protein dan karbohidrat
tinggi yang berguna untuk sumber energi otak,” kata Thayer.
B. KESIMPULAN
Dari artikel/ jurnal yang dibahas,
dapat disimpulkan subjek adalah ibu hamil dan janin.Secara umum artikel/ jurnal
membahas pengaruh zat gizi (KH, protein, lemak, Fe, Ca, Zn, dan folasin)
terhadap tumbuh kembang janin dan dampak atau akibat yang terjadi pada masa
bayi hingga menginjak masa sekolah dan berlanjut hingga dewasa.Kesimpulannya,
proses pembentukan kecerdasan pada masa embrio dipengaruh oleh faktor zat gizi
terutama KH, protein, lemak, Fe, Ca, Zn, dan folasin.Kecerdasan menjadi modal
utama seseorang anak untuk mengarungi masa kehidupan selanjutnya.Karena
kecerdasan dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.