KASUS
A. ANAMNESIS
1. Identitas Pasien
Nama :
Ny.Y
|
No RM :
|
Umur :
65 tahun 10 bulan
|
Ruang :
|
Sex : Perempuan
|
Tgl Masuk :
|
Pekerjaan :
Buruh
|
Tgl Kasus :
|
Pendidikan :
SD
|
Alamat :
Gunung Semeru
|
Agama :
Islam
|
Diagnosis medis : SIRS, Anemia, Anorexia pada
geriatric, dispepsia, obs.massa abdomen,
|
2. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit
Keluhan
Utama
|
Lemes dan nggliyeng
|
Riwayat
Penyakit Sekarang
|
1 BSMRS os mengeluh mulai
lemes, nafsu makan dan minum menurun, batuk, nyeri telan, nyeri perut
2 Mg SMRS keluhan memberat,
aktivitas menurun, lebih sering berbaring di tempat tidur, kaki bengkak
terutama di sebelah kiri, nyeri dan sulit digerakkan
3 HSMRS nafsu makan minum
semakin jelek, makan sedikit-sedikit
HMRS keluhan lebih berat
|
Riwayat
Penyakit Dahulu
|
-
|
Riwayat
Penyakit Keluarga
|
-
|
3. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi
Data SosioEkonomi |
Penghasilan : menengah kebawah
|
Jumlah anggota
keluarga : janda dengan 3 anak, namun px tinggal sendirian di rumahnya
|
|
Suku : jawa
|
|
Aktifitas
fisik
|
Jumlah
jam kerja : Jumlah jam tidur sehari :
Jenis olahraga : - Frekuensi :
-
|
Alergi
makanan
|
-
|
Masalah gastrointestinal
|
Nyeri ulu hati (tidak), Mual
(tidak), Muntah (tidak)
Diare (tidak), Konstipasi
(ya, sejak masuk RS belum BAB)
Anoreksia (tidak), Perubahan pengecapan/penciuman (ya, lidah terasa pahit)
|
Penyakit kronik
|
-
|
Kesehatan mulut
|
Sulit menelan (tidak), Stomatitis
(tidak), Gigi lengkap (tidak)
|
Pengobatan
|
-
|
Perubahan berat badan
|
Bertambah/berkurang
:
berkurang Lamanya
: tidak diketahui pasti
Tidak
disengaja
|
Mempersiapkan makanan
|
Pasien menyiapkan makanannya
sendiri, pasien tinggal di rumah seorang diri dan cenderung malas makan kalau
tidak diingatkan oleh keluarga.
|
Riwayat / pola makan
|
Riwayat
makan (kurang baik)
Makanan
pokok 1-2 x/hari dan
jarang mengkonsumsi selingan
Nasi : 1-2x
sehari, @ 100 gram
LH : daging, telur ( 2
x/minggu) @50 gram
LN : tahu, tempe (1-2x/hari)
@50gram
Buah : jarang mengkonsumsi buah
Sayuran : jarang memasak sayur
Minum : susu rendah lemak
untuk lansia 1-2x/hari, air putih
|
Kesimpulan:
a)
pasien didiagnosa SIRS, anemia, anorexia
b)
kaki sebelah kiri pasien bengkak, nyeri dan susah
digerakkan
c)
aktivitas pasien berkurang, lebih banyak berbaring
d)
pasien makan 1-2 kali per hari, jarang mengkonsumsi
buah dan sayur.
e)
pasien mengalami perubahan pengecapan dan
konstipasi.
f)
pasien mengalami penurunan berat badan (tidak
diketahui sejak kapan dan berapa banyak)
B. ANTROPOMETRI
Rentang
Lengan
130 cm
|
TB
berdasar RL
146,63
cm
|
Berat
Badan
35
kg
|
LLA
16
cm
|
Kesimpulan
:
LLA
aktual = 160 mm. Umur 65 tahun 10 bulan à nilai standar LLA = 305.
LLA/ U memakai % deviasi dari standar =
=
=
52,46% à Gizi buruk (<70%)
C. PEMERIKSAAN BIOKIMIA
Pemeriksaan urin/darah |
Satuan/
Nilai
Normal
|
Awal
Masuk RS
|
Intepretasi
|
Keterangan
|
Leukosit |
4-10 ribu/mm3
|
12,4
|
tinggi
|
Leukositosis, imunitas tubuh memburuk karena ada
infeksi dalam tubuh
|
Eritrosit |
4,2-5,4 juta/mm3
|
2,5
|
Rendah
|
Anemia dan infeksi kronis
|
PH |
7,3-7,45
|
7,537
|
tinggi
|
Alkalosis
|
PCO2 |
35-45
|
28,5
|
Normal
|
Alkalosis
|
HMT |
37-43%
|
17
|
Rendah
|
Anemia, kekurangan vitamin B dan vitamin C,
malnutrisi
|
Alb
|
3,5
– 5 mg/dl
|
1,28
|
Rendah
|
Hipoalbuminemia
--> malnutrisi
|
TP
|
6,4-8,3
g/dL
|
5,36
|
Rendah
|
|
Hb
|
12
– 16 g/dL
|
5
|
Rendah
|
Anemia
|
BUN
|
7
– 18 mg/dL
|
Normal
|
||
Crea
|
0,6
– 1,3 mg/dL
|
Normal
|
||
As
urat
|
2,6
– 7,2 mg/dL
|
Normal
|
||
GDS
|
34
– 106
|
123
|
Hiperglikemia
|
|
AST
|
15
– 46
|
16,3
|
Normal
|
|
ALT
|
13
– 69
|
12,2
|
Rendah
|
|
Na
|
137-145
|
Hiponatremia
|
||
K
|
3,6-5
|
Hipokalemia
|
||
Cl
|
98-107
|
|||
MCH
|
||||
MCHC
|
Permasalahan
pada eritrosit
|
|||
MCV
|
Permasalahan
pada eritrosit
|
Kesimpulan :
Leukosit > 12 ribu/mm3 dan PaCO2
< 32 menunjukkan terjadinya SIRS, albumin dan TP rendah menandakan adanya
malnutrisi à edema,
eritosit dan Hb rendah menandakan terjadinya anemia
D. PEMERIKSAAN FISIK KLINIK
1.
Kesan Umum : pasien bed rest, tampak sadar penuh,
pendengaran berkurang, tidak memiliki kesulitan menelan, gigi geligi ompong,
2.
Vital Sign : -
Tensi : 120/70 - Respirasi : 24 - Nadi : 120 - Suhu : 37oC
3.
Kepala/ abdomen/extremitas dll : extrimitas kiri bengkak
dan nyeri, observasi massa di perut
Kesimpulan
:
-
Pasien mengalami penurunan
pendengaran sehingga terjadi kesulitan berkomunikasi. Px tidak mengalami
kesulitan menelan. Gigi px ompong namun dapat mengkonsumsi nasi.
-
Respirasi diatas 20 kali per
menit dan denyut jantung diatas 120 kali per menit merupakan 2 syarat yang
mendukung diagnosis SIRS. Pada awal masuk rumah sakit pasien mengalami
leukositosis dengan jumlah leukosit diatas 12 ribu, namun pada hari kasus
leukosit dalam jumlah normal.
-
Kaki kiri pasien mengalami
pembengkakan, apabila ditekan kulit memakan waktu untuk kembali. Kaki kiri
pasien juga nyeri. Pasien mengalami osteoartritis, dilakukan rujukan
pemeriksaan pada bagian reumatologi dengan mengirimkan sampel minyak sendi.
-
Dari hasil USG abdomen,
ditemukan massa diperut yang dicurigai merupakan masa di kolorekti, kemungkinan
akan dilakukan pemeriksaan ulang dengan kolonoskopi.
E. ASUPAN ZAT
GIZI.
Hasil Recall 24 jam diet : Rumah sakit
Diet RS :
TKTP + Ekstra putih telur
Implementasi |
Energi (kcal)
|
Protein (g)
|
Lemak (g)
|
KH (g)
|
|
Asupan oral |
1051,72
|
38,58
|
35,25
|
149,15
|
|
Parenteral
D5%
20 tpm
=
20 x 60 x 24 tetes
=
28800 tetes
=
28800 tetes/15 x 1 cc
=
1920 cc
=
1920 x 0,17 kal
=
326,4 kal
|
326,4
|
-
|
-
|
81,6
|
|
Total asupan |
1378,12
|
38,58
|
35,25
|
230,75
|
|
Kebutuhan
|
1822,9
|
70
|
50,6
|
289,3
|
|
% Asupan
|
75,6%
|
55,1%
|
69,6%
|
79,7%
|
Kesimpulan :
Total asupan energy >75% à baik
Total
asupan protein>50% à
baik
Total
asupan lemak >50% àbaik
Total
asupan KH >50% à
baik
Pembahasan:
Asupan energy pasien tercukupi dengan
baik. Berdasarkan data diatas asupan oral pasien masih inadekuat namun dapat
tercukupi dengan tambahan asupan melalui nutrisi parenteral.
F. Terapi Medis
Jenis Obat/tindakan |
Fungsi
|
Interaksi
dengan zat gizi
|
Ranitidin
IA/12 jam
|
Ulkus duodenal, ulkus gastric, hipersekresi GI dan
refluks esofagus
|
-
Konsumsi ranitidin bersama dengan makanan dapat
menyebabkan penurunan absorpsi ranitidin hingga 33% dan konsentrasi puncak
dalam serum menurun hingga 613-432 ng/ml.
-
Dapat mengakibatkan defisiensi vitamin B12 karena
malabsorpsi vitamin B12.
|
Ceftriaxon 1 gr/12 jam
|
Menangani infeksi saluran nafas, kulit, infeksi
nosokomial dan infeksi serius lainnya
|
-
Dapat berinteraksi dengan kalsium yang diberikan secara IV dalam
48 jam setelah pemberian ceftriaxone
|
D5%:NaCl:Aminovel
20tpm
1:1:1
|
D5%: nutrisi berisi dekstrose
Aminovel: nutrisi tambahan yang berisi L-asam anubim
sorbitol, elektrolit, dan vitamin.
NaCl: elektrolit Natrium dan Clorida
|
|
KCL
puyer 3x1
|
||
Transfuse
PCR 1 kolf/24jam
|
||
Transfusi
albumin
|
Intake albumin
|
A.
ASSESMEN GIZI
|
||||
Domain
|
Data
|
Interpretasi
|
||
FOOD/NUTRIENT-RELATED
HISTORY
|
||||
Total energy intake
(FH-1.1.1.1)
|
1378,12
kkal
|
Tidak
mencukupi kebutuhan
(75%)
|
||
Oral fluids
(FH-1.2.1.1)
|
susu
rendah lemak untuk lansia 1-2x/hari, air putih
|
-
|
||
Amount of food
(FH-1.2.2.1)
|
Nasi
1-2x sehari @ 100 gram;
daging,
telur ( 2 x/minggu) @50 gram;
tahu,
tempe (1-2x/hari) @50gram;
jarang
mengkonsumsi buah;
jarang
memasak sayur.
|
Jumlah makanan kurang
|
||
Type
of food
(FH
1.2.2.2)
|
Makanan
biasa
|
-
|
||
Meal/snack pattern
(FH-1.2.2.3)
|
Makanan
pokok 1-2 x/hari dan
jarang mengkonsumsi selingan
|
Pola makan kurang baik
|
||
IV fluids
(FH-1.3.2.2)
|
D5%,
NaCl, Aminovel, masing-masing 20 tpm
|
-
|
||
Total fat
(FH-1.3.1.1)
|
35,25 g
|
Belum mencukupi
kebutuhan (69,6%)
|
||
Total protein (FH-1.5.2.1
|
38,58
g
|
Belum mencukupi kebutuhan (55,1%)
|
||
Total carbohydrate (FH-1.5.3.1)
|
230,75 g
|
Belum mencukupi kebutuhan
(79,7%)
|
||
Location (FH-2.1.3.1)
|
Di
rumah
|
-
|
||
Eats alone (FH-2.1.3.5)
|
Janda
3 anak namun tinggal dirumah sendiri, sehingga menjadi malas makan
|
Motivasi makan rendah
|
||
Medication (FH-3.1.1)
|
Ranitidin IA/12 jam, Ceftriaxon 1 gr/12 jam, KCL
puyer 3x1, Transfuse
PCR 1 kolf/24jam, Transfusi
albumin
|
-
|
||
Physical ability to complete tasks
for meal preparation (FH-7.2.1)
|
Pasien menyiapkan makanan
sendiri dan cenderung malas makan
kalau tidak diingatkan oleh keluarga.
|
-
|
||
ANTHROPOMETRIC
MEASUREMENTS
| ||||
|
Height (AD-1.1.1)
|
146,63
cm
|
-
|
||
Weight (AD-1-1.2)
|
35
kg
|
-
|
||
Weight change (AD-1.1.4)
|
Berkurang tidak sengaja
|
-
|
||
IMT (AD-1.1.5)
|
16,41
kg/m2
|
Underweight
|
||
BIOCHEMICAL
DATA, MEDICAL, TESTS AND PROCEDURES
| ||||
|
Arterial
pH
(BD
1.1.1)
|
7,537
|
Tinggi (7,3-7,45)
|
||
Partial
pressure of carbon dioxide in arterial blood,PaCO2
(BD
1.1.3)
|
28,5
|
Rendah
(35-45)
|
||
ALT
(BD-1.4.2)
|
12,2
|
Rendah
(rujukan: 13-69)
|
||
AST
(BD-1.4.3)
|
16,3
|
Normal
(rujukan: 15-46)
|
||
GDS
(BD-1.5.2)
|
123 mg/dl
|
Tinggi
(70-120 mg/dl)
|
||
Hemoglobin
(BD-1.10.1)
|
5 g/dl
|
Rendah
(12-16 g/dl)
|
||
Albumin
(BD-1.11.1)
|
1,28 mg/dl
|
Rendah
(normal
3,5-5 mg/dl)
|
||
Eritrosit
|
2,5
|
Rendah
(4,2-5,4 juta/mm3)
|
||
Leukosit
|
12,4 ribu/mm3
|
Tinggi
(4-10 ribu/mm3)
|
||
NUTRITION-FOCUSED
PHYSICAL FINDINGS
|
||||
Overall appearance
(PD-1.1.1)
|
Tampak sadar penuh, lemas, bed rest, odem
|
-
|
||
Extremities, muscles, and bones
(PD-1.1.4)
|
extrimitas
kiri bengkak dan nyeri
|
-
|
||
Digestive system
(PD-1.1.5)
|
Konstipasi,
napsu makan dan minum menurun, gigi geligi ompong, dyspepsia, Obs. massa abdomen,
nyeri perut
|
-
|
||
Head and eyes
(PD-1.1.6)
|
Nggliyeng, pendengaran berkurang,
|
-
|
||
Vital signs
(PD-1.1.9)
|
Tensi
: 120/70
Respirasi
: 24
Nadi
: 120
Suhu
: 37oC
|
Normal
Meningkat
Meningkat
Normal
|
||
CLIENT
HISTORY
|
||||
Age (CH-1.1.1)
|
65 tahun 10 bulan
|
Lanjut usia
|
||
Gender (CH-1.1.2)
|
Perempuan
|
-
|
||
Race/ethnicity(CH-1.1.3)
|
Suku Jawa
|
|||
Education(CH-1.1.6)
|
SD
|
-
|
||
Gastrointestinal (CS-2.1.5)
|
SMRS nyeri telan, nyeri perut,
dispepsia
|
-
|
||
Hematology (CS-2.1.7)
|
Anemia
|
-
|
||
Immune (CS-2.1.8)
|
SIRS
|
-
|
||
Socioeconomic factors
(CH-3.1.1)
|
Penghasilan menengah ke bawah
|
|||
Religion (CH-3.1.7)
|
Islam
|
-
|
||
COMPARATIVE
STANDARDS
|
||||
Total energy estimated needs
(CS-1.1.1)
|
REE: 35kkalx 35kg=1225 kkal
Faktor aktivitas = 1,1
Faktor stress = 1,4
Total energy = 1225 kkalx 1,1x
1,4= 1.886,5 kkal
|
Energi
= 1886,5 kkal
|
||
Total fat estimated needs
(CS-2.1.1)
|
Lemak=
25%x 1886,5kkal= 471,6kkal= 52,4 g
|
Lemak = 52,4 gr
|
||
Total protein estimated needs
(CS-2.2.2)
|
Protein
= 1,5x 35= 210 kkal= 52,5 g
|
Protein = 52,5 gr
|
||
Total carbohydrate estimated
needs
(CS-2.3.1)
|
Karbohidrat=
60% x 1.886,5 kkal= 1.131,9 kkal= 283 g
|
Karbohidrat = 283 gr
|
||
Total fiber estimated needs
(CS-2.4.1)
|
Kebutuhan serat= 13
g/1000 kkal/hari
=(13
gx1886,5
kkal)/1000 kkal
=24,5 g
|
Serat = 24,5 g
|
||
Total fluids estimated needs
(CS-3.1.1)
|
Kebutuhan cairan dewasa= 30 cc/kg BB/hari
=30
cc x 35
kg= 1050
cc
|
Cairan = 1050 cc
|
||
Ideal/reference
body weight
(CS-5.1.1)
|
Rumus Brocca:
=
(TB-100) x 1 kg
=
(146,63-100)
x 1 kg
= 46,63 kg
|
BBI = 46,63 kg
|
||
Recommended
body mass index (BMI)
(CS-5.1.2)
|
Rekomendasi
BMI =
=
= 21,87
kg/m2
|
BMI rekomendasi = 21,87 kg/m2
|
||
B.
DIAGNOSIS GIZI
|
||||
-
Malnutrition (NI 5.2) berkaitan dengan
gangguan gastrointestinal ( obstruksimassa abdomen) ditandai dengan BMI 16,27
kg/m2, albumin rendah, odem, nafsu makan kurang.
-
Inadekuat oral intake ( NI 2.1) berkaitan dengan
peningkatan kebutuhan akibat penyakit yang diderita( SIRS) ditandai dengan
berat badan berkurang, estimasi asupan makanan yang kurang, nafsu makan
kurang.
-
Altered gastrointestinal (GI) function (NC 1.4)
berkaitan dengan gangguan struktur dan fungsi gastrointestinal
ditandai dengan konstipasi, nyeri perut
|
||||
C.
INTERVENSI
|
||||
C1.
TUJUAN
a. Memberikan makanan sesuai
kebutuhan pasien dengan memperhatikan keadaan pasien.
b. Meningkatkan asupan makan agar sesuai
dengan kebutuhan pasien secara bertahap.
c. Menjaga agar tidak terjadi
penurunan BB kering
d. Mencapai hasil nilai
laboratorium yang normal
e. Meningkatkan motivasi makan dan
minum
|
||||
C2.
PRESKRIPSI DIET
a)
Memodifikasi
jumlah energi, karbohidrat, protein dan lemak:
·
Kebutuhan energi sebesar 1886,5 kkal
·
Kebutuhan
protein sebesar 01,5
g/kgBB yaitu 52,5 gram.
·
Kebutuhan
lemak sebesar 25% dari kebutuhan energi total yaitu 52,4 gram.
·
Kebutuhan
karbohidrat sebesar 60% yaitu
283 gram
b)
Memodifikasi
jenis: Proteinàtinggi BCAA, Lemakàpilih yang tinggi omega-3.
c)
Memodifikasi
jadwal makanàmakanan diberikan dalam porsi kecil namun sering.
d)
Memodifikasi
asupan mineral dan vitaminàpemberian suplemen vitamin dan
mineral
e)
Memodifikasi
asupan natriumà mengurangi asupan natrium karena pasien mengalami
odem.
|
||||
C3.
IMPLEMENTASI
1. Pemberian makanan secara
enteral dan parenteral. Jika kondisi pasien membaik maka bisa diberikan
makanan oral jenis lunak dengan total energy 1886,5 kkal, karbohidrat 283 g,
protein 52,5 g, lemak 52,4 g.
2. Pemberian makanan diberikan
dalam porsi kecil dan sering 5-6x per hari (3x makan besar, 2x snack).
3. Pemberian jenis protein dalam
bentuk hewani dan nabati, lebih didominasi protein nabati .
4. Pemberian jenis lemak dalam
bentuk asam lemak rantai sedang (MCT)
5. Edukasi dan konseling kepada
keluarga pasien dan pasien terkait penyakit yang diderita. Materi yang
diberikan yaitu informasi mengenai diet yang dijalankan selama berada di
rumah sakit, disertai dengan pemberian contoh makanan yang sesuaidengan
penyakitnya dan pantangan maknan serta contoh aktivitas fisik yang dapat
dijalankan.
|
||||
D. MONEV
|
||
Domain
|
Data
|
Target
|
FH
|
FH
1.2.2.1 Jumlah asupan makan
|
3x makan utama dan 2x selingan
Menggunakan metode wawancara
|
AD
|
AD
1.1.2 Berat badan
AD.1.1.5
IMT
|
IMT normal (Metode : penimbangan BB)
IMT normal
(18,5-22,9 kg/m2)
|
BD
|
BD
1.1.1 Arterial pH
BD
1.1.3 PaCO2
BD1.5.2
Glukosa Darah Puasa
BD
1.4.2 ALT: 12,2
BD1.10.1 Hemoglobin:5gr/dL
BD1.10.2 Hematokrit : 17
BD1.11.1
Albumin: 1,28 mg/dl
|
kadar Arterial pH normal (7,3- 7,45)
kadar PaCO2 normal (35-45)
kadar Gula darah normal
ALT normal (13-69)
Hb normal (12-16g/dl)
Hematokrit normal (37-43%)
Albumin
normal
(3,5-5mg/dl)
|
PD
|
PD
1.1.1 overall apperance
PD
1.1.5 digestive system
PD-1.1.6 Head and eyes
|
Tidak
lemas dan odem berkurang atau hilang
Konstipasi
dan nyeri perut berkurang atau
hilang.
Nggliyeng
berkurang atau hilang.
Dengan
metode wawancara dan observasi
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar