Awalnya blog kumpulan tugas kuliah, lantas menjelma menjadi sarang laba-laba. kini dihidupkan kembali dengan berbagai post di dalamnya, beberapa artikel yang mungkin bermanfaat untuk dibaca, beberapa hanyalah limbah dari pikiran dan tulisan yang sayang jika hanya mengendap di folder tak terbaca.

Senin, 21 September 2015

Perencanaan Diet pada Pasien dengan Infeksi



KASUS


A. ANAMNESIS
1.    Identitas Pasien

Nama               : Ny.Y
No RM             :
Umur               : 65 tahun 10 bulan
Ruang              :
Sex                  : Perempuan
Tgl Masuk        :
Pekerjaan         : Buruh
Tgl Kasus         :
Pendidikan      : SD
Alamat             : Gunung Semeru
Agama             : Islam
Diagnosis medis          : SIRS, Anemia, Anorexia pada geriatric, dispepsia, obs.massa abdomen,


2.    Berkaitan dengan Riwayat Penyakit

Keluhan Utama
Lemes dan nggliyeng
Riwayat Penyakit  Sekarang
1 BSMRS os mengeluh mulai lemes, nafsu makan dan minum menurun, batuk, nyeri telan, nyeri perut
2 Mg SMRS keluhan memberat, aktivitas menurun, lebih sering berbaring di tempat tidur, kaki bengkak terutama di sebelah kiri, nyeri dan sulit digerakkan
3 HSMRS nafsu makan minum semakin jelek, makan sedikit-sedikit
HMRS keluhan lebih berat
Riwayat Penyakit  Dahulu          
-
Riwayat Penyakit  Keluarga
-

3.    Berkaitan Dengan Riwayat Gizi

 

Data Sosio

Ekonomi

Penghasilan   : menengah kebawah                                                        
Jumlah anggota keluarga : janda dengan 3 anak, namun px tinggal sendirian di rumahnya
Suku : jawa
Aktifitas fisik
Jumlah jam kerja  :                       Jumlah jam tidur sehari       :
Jenis olahraga       : -                    Frekuensi                  : -
Alergi makanan
-
Masalah gastrointestinal
Nyeri ulu hati (tidak), Mual (tidak), Muntah (tidak)
Diare (tidak), Konstipasi (ya, sejak masuk RS belum BAB)
Anoreksia (tidak), Perubahan pengecapan/penciuman  (ya, lidah terasa pahit)
Penyakit kronik
-
Kesehatan mulut
Sulit menelan  (tidak),  Stomatitis   (tidak),  Gigi lengkap  (tidak) 
Pengobatan
-
Perubahan berat badan
Bertambah/berkurang         : berkurang        Lamanya : tidak diketahui pasti
Tidak disengaja
Mempersiapkan makanan
Pasien menyiapkan makanannya sendiri, pasien tinggal di rumah seorang diri dan cenderung malas makan kalau tidak diingatkan oleh keluarga.
Riwayat / pola makan
Riwayat makan (kurang baik)
Makanan pokok 1-2  x/hari dan jarang mengkonsumsi selingan 
Nasi        : 1-2x sehari,    @ 100 gram
LH         : daging, telur ( 2 x/minggu) @50 gram
LN         : tahu, tempe (1-2x/hari) @50gram
Buah      : jarang mengkonsumsi buah
Sayuran : jarang memasak sayur
Minum       : susu rendah lemak untuk lansia 1-2x/hari, air putih

Kesimpulan:
a)      pasien didiagnosa SIRS, anemia, anorexia
b)      kaki sebelah kiri pasien bengkak, nyeri dan susah digerakkan
c)      aktivitas pasien berkurang, lebih banyak berbaring
d)     pasien makan 1-2 kali per hari, jarang mengkonsumsi buah dan sayur.
e)      pasien mengalami perubahan pengecapan dan konstipasi.
f)       pasien mengalami penurunan berat badan (tidak diketahui sejak kapan dan berapa banyak)

B.  ANTROPOMETRI

Rentang Lengan
           130 cm
TB berdasar RL
146,63 cm
Berat Badan
35 kg
LLA
16 cm

Kesimpulan :
LLA aktual = 160 mm. Umur 65 tahun 10 bulan à nilai standar LLA = 305.
LLA/ U memakai % deviasi dari standar =  
                                                                 =  
                                                                 = 52,46% à Gizi buruk (<70%)

C. PEMERIKSAAN BIOKIMIA 

Pemeriksaan urin/darah

Satuan/
Nilai Normal
Awal Masuk RS
Intepretasi
Keterangan

Leukosit

4-10 ribu/mm3
12,4
tinggi
Leukositosis, imunitas tubuh memburuk karena ada infeksi dalam tubuh

Eritrosit

4,2-5,4 juta/mm3
2,5
Rendah
Anemia dan infeksi kronis

PH

7,3-7,45
7,537
tinggi
Alkalosis

PCO2

35-45
28,5
Normal
Alkalosis

HMT

37-43%
17
Rendah
Anemia, kekurangan vitamin B dan vitamin C, malnutrisi
Alb
3,5 – 5 mg/dl
1,28
Rendah
Hipoalbuminemia --> malnutrisi
TP
6,4-8,3 g/dL
5,36
Rendah

Hb
12 – 16 g/dL
5
Rendah
Anemia
BUN
7 – 18 mg/dL

Normal

Crea
0,6 – 1,3 mg/dL

Normal

As urat
2,6 – 7,2 mg/dL

Normal

GDS
34 – 106
123

Hiperglikemia
AST
15 – 46
16,3
Normal

ALT
13 – 69
12,2
Rendah

Na
137-145


Hiponatremia
K
3,6-5


Hipokalemia
Cl
98-107



MCH




MCHC



Permasalahan pada eritrosit
MCV



Permasalahan pada eritrosit

Kesimpulan :
Leukosit > 12 ribu/mm3 dan PaCO2 < 32 menunjukkan terjadinya SIRS, albumin dan TP rendah menandakan adanya malnutrisi à edema, eritosit dan Hb rendah menandakan terjadinya anemia


D.  PEMERIKSAAN FISIK KLINIK

1.    Kesan Umum : pasien bed rest, tampak sadar penuh, pendengaran berkurang, tidak memiliki kesulitan menelan, gigi geligi ompong,
2.    Vital Sign :   - Tensi : 120/70  - Respirasi : 24        - Nadi : 120            - Suhu : 37oC
3.    Kepala/ abdomen/extremitas dll : extrimitas kiri bengkak dan nyeri, observasi massa di perut

Kesimpulan :

-          Pasien mengalami penurunan pendengaran sehingga terjadi kesulitan berkomunikasi. Px tidak mengalami kesulitan menelan. Gigi px ompong namun dapat mengkonsumsi nasi.
-          Respirasi diatas 20 kali per menit dan denyut jantung diatas 120 kali per menit merupakan 2 syarat yang mendukung diagnosis SIRS. Pada awal masuk rumah sakit pasien mengalami leukositosis dengan jumlah leukosit diatas 12 ribu, namun pada hari kasus leukosit dalam jumlah normal.
-          Kaki kiri pasien mengalami pembengkakan, apabila ditekan kulit memakan waktu untuk kembali. Kaki kiri pasien juga nyeri. Pasien mengalami osteoartritis, dilakukan rujukan pemeriksaan pada bagian reumatologi dengan mengirimkan sampel minyak sendi. 
-          Dari hasil USG abdomen, ditemukan massa diperut yang dicurigai merupakan masa di kolorekti, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan ulang dengan kolonoskopi.

E.  ASUPAN ZAT GIZI.

     Hasil Recall  24 jam diet : Rumah sakit
Diet  RS   : TKTP + Ekstra putih telur

Implementasi

Energi (kcal)
Protein (g)
Lemak (g)
KH (g)

Asupan oral

1051,72

38,58
35,25
149,15

Parenteral

D5% 20 tpm
= 20 x 60 x 24 tetes
= 28800 tetes
= 28800 tetes/15 x 1 cc
= 1920 cc
= 1920 x 0,17 kal
= 326,4 kal
326,4
-
-
81,6

Total asupan

1378,12
38,58
35,25
230,75

Kebutuhan
1822,9
70
50,6
289,3

% Asupan
75,6%
55,1%
69,6%
79,7%


Kesimpulan :
Total asupan energy >75% à baik
Total asupan protein>50% à baik
Total asupan lemak >50% àbaik
Total asupan KH >50% à baik

Pembahasan:
       Asupan energy pasien tercukupi dengan baik. Berdasarkan data diatas asupan oral pasien masih inadekuat namun dapat tercukupi dengan tambahan asupan melalui nutrisi parenteral. 

F.  Terapi Medis

 Jenis Obat/tindakan

Fungsi
Interaksi dengan zat gizi
Ranitidin IA/12 jam

 

Ulkus duodenal, ulkus gastric, hipersekresi GI dan refluks esofagus
-          Konsumsi ranitidin bersama dengan makanan dapat menyebabkan penurunan absorpsi ranitidin hingga 33% dan konsentrasi puncak dalam serum menurun hingga 613-432 ng/ml.
-          Dapat mengakibatkan defisiensi vitamin B12 karena malabsorpsi vitamin B12.
Ceftriaxon 1 gr/12 jam
Menangani infeksi saluran nafas, kulit, infeksi nosokomial dan infeksi serius lainnya
-          Dapat berinteraksi dengan kalsium yang diberikan secara IV dalam 48 jam setelah pemberian ceftriaxone
D5%:NaCl:Aminovel 20tpm
1:1:1
D5%: nutrisi berisi dekstrose
Aminovel: nutrisi tambahan yang berisi L-asam anubim sorbitol, elektrolit, dan vitamin.
NaCl: elektrolit Natrium dan Clorida


KCL puyer 3x1


Transfuse PCR 1 kolf/24jam



Transfusi albumin

Intake albumin





A. ASSESMEN GIZI
Domain
Data
Interpretasi
FOOD/NUTRIENT-RELATED HISTORY
Total energy intake
(FH-1.1.1.1)
1378,12 kkal
Tidak mencukupi kebutuhan (75%)
Oral fluids
(FH-1.2.1.1)
susu rendah lemak untuk lansia 1-2x/hari, air putih
-
Amount of food
(FH-1.2.2.1)
Nasi 1-2x sehari @ 100 gram;
daging, telur ( 2 x/minggu) @50 gram;
tahu, tempe (1-2x/hari) @50gram;
jarang mengkonsumsi buah;
jarang memasak sayur.
Jumlah makanan kurang
Type of food
(FH 1.2.2.2)
Makanan biasa
-
Meal/snack pattern
(FH-1.2.2.3)
Makanan pokok 1-2  x/hari dan jarang mengkonsumsi selingan 
Pola makan kurang baik
IV fluids
(FH-1.3.2.2)
D5%, NaCl, Aminovel, masing-masing 20 tpm
-
Total fat
(FH-1.3.1.1)
35,25 g
Belum mencukupi kebutuhan (69,6%)
Total protein (FH-1.5.2.1
38,58 g
Belum mencukupi kebutuhan (55,1%)
Total carbohydrate (FH-1.5.3.1)
230,75 g
Belum mencukupi kebutuhan (79,7%)
Location (FH-2.1.3.1)
Di rumah
-
Eats alone (FH-2.1.3.5)
Janda 3 anak namun tinggal dirumah sendiri, sehingga menjadi malas makan
Motivasi makan rendah
Medication (FH-3.1.1)
Ranitidin IA/12 jam, Ceftriaxon 1 gr/12 jam, KCL puyer 3x1, Transfuse PCR 1 kolf/24jam, Transfusi albumin
-
Physical ability to complete tasks for meal preparation (FH-7.2.1)
Pasien menyiapkan makanan sendiri  dan cenderung malas makan kalau tidak diingatkan oleh keluarga.
-
ANTHROPOMETRIC MEASUREMENTS

Height  (AD-1.1.1)
146,63 cm
-
Weight (AD-1-1.2)
35 kg
-
Weight change (AD-1.1.4)
Berkurang tidak sengaja
-
IMT (AD-1.1.5)
16,41 kg/m2
Underweight
BIOCHEMICAL DATA, MEDICAL, TESTS AND PROCEDURES

Arterial pH
(BD 1.1.1)
7,537
Tinggi (7,3-7,45)

Partial pressure of carbon dioxide in arterial blood,PaCO2
(BD 1.1.3)
28,5
Rendah (35-45)

ALT
(BD-1.4.2)
12,2
 Rendah
(rujukan: 13-69)
AST
(BD-1.4.3)
16,3
Normal
(rujukan: 15-46)
GDS
(BD-1.5.2)
123 mg/dl
Tinggi
(70-120 mg/dl)
Hemoglobin
(BD-1.10.1)
5 g/dl
Rendah
(12-16 g/dl)
Albumin
(BD-1.11.1)
1,28 mg/dl
Rendah
(normal 3,5-5 mg/dl)
Eritrosit
2,5
Rendah
(4,2-5,4 juta/mm3)
Leukosit
12,4 ribu/mm3
Tinggi
(4-10 ribu/mm3)
NUTRITION-FOCUSED PHYSICAL FINDINGS
Overall appearance
(PD-1.1.1)
Tampak sadar penuh, lemas, bed rest, odem
-
Extremities, muscles, and bones (PD-1.1.4)
extrimitas kiri bengkak dan nyeri
-
Digestive system
(PD-1.1.5)
Konstipasi, napsu makan dan minum menurun, gigi geligi ompong, dyspepsia,  Obs. massa abdomen, nyeri perut
-
Head and eyes
(PD-1.1.6)

Nggliyeng, pendengaran berkurang,
-
Vital signs
(PD-1.1.9)
Tensi : 120/70 
Respirasi : 24  
Nadi : 120      
Suhu : 37oC
Normal
Meningkat
Meningkat
Normal
CLIENT HISTORY
Age (CH-1.1.1)
65 tahun 10 bulan
Lanjut usia
Gender (CH-1.1.2)
Perempuan
-
Race/ethnicity(CH-1.1.3)
Suku Jawa

Education(CH-1.1.6)
SD
-
Gastrointestinal (CS-2.1.5)
SMRS nyeri telan, nyeri perut, dispepsia
-
Hematology (CS-2.1.7)
Anemia
-
Immune (CS-2.1.8)
SIRS
-
Socioeconomic factors (CH-3.1.1)
Penghasilan menengah ke bawah

Religion (CH-3.1.7)
Islam
-
COMPARATIVE STANDARDS
Total energy estimated needs
(CS-1.1.1)
REE: 35kkalx 35kg=1225 kkal
Faktor aktivitas = 1,1
Faktor stress = 1,4
Total energy = 1225 kkalx 1,1x 1,4= 1.886,5 kkal
Energi = 1886,5 kkal
Total fat estimated needs
(CS-2.1.1)
Lemak= 25%x 1886,5kkal= 471,6kkal= 52,4 g
Lemak = 52,4 gr
Total protein estimated needs
(CS-2.2.2)
Protein = 1,5x 35= 210 kkal= 52,5 g

Protein = 52,5 gr
Total carbohydrate estimated needs
(CS-2.3.1)
Karbohidrat= 60% x 1.886,5 kkal= 1.131,9 kkal= 283 g
Karbohidrat = 283 gr
Total fiber estimated needs
(CS-2.4.1)
Kebutuhan serat= 13 g/1000 kkal/hari
=(13 gx1886,5 kkal)/1000 kkal
=24,5 g
Serat = 24,5 g
Total fluids estimated needs
(CS-3.1.1)
Kebutuhan cairan dewasa= 30 cc/kg BB/hari
=30 cc x 35 kg= 1050 cc
Cairan = 1050 cc
Ideal/reference body weight
(CS-5.1.1)
Rumus Brocca:
= (TB-100) x 1 kg
= (146,63-100) x 1 kg
= 46,63 kg
BBI = 46,63 kg
Recommended body mass index (BMI)
(CS-5.1.2)
Rekomendasi BMI =
=
= 21,87 kg/m2
BMI rekomendasi = 21,87 kg/m2
B. DIAGNOSIS GIZI
-          Malnutrition (NI 5.2) berkaitan dengan gangguan gastrointestinal ( obstruksimassa abdomen) ditandai dengan BMI 16,27 kg/m2, albumin rendah, odem, nafsu makan kurang.
-          Inadekuat oral intake ( NI 2.1) berkaitan dengan peningkatan kebutuhan akibat penyakit yang diderita( SIRS) ditandai dengan berat badan berkurang, estimasi asupan makanan yang kurang, nafsu makan kurang.
-          Altered gastrointestinal (GI) function (NC 1.4)  berkaitan dengan gangguan struktur dan fungsi gastrointestinal ditandai dengan konstipasi, nyeri perut
C. INTERVENSI
C1. TUJUAN

a.       Memberikan makanan sesuai kebutuhan pasien dengan memperhatikan keadaan pasien.
b.      Meningkatkan asupan makan agar sesuai dengan kebutuhan pasien secara bertahap.
c.       Menjaga agar tidak terjadi penurunan BB kering
d.      Mencapai hasil nilai laboratorium yang normal
e.       Meningkatkan motivasi makan dan minum
C2. PRESKRIPSI DIET

a)      Memodifikasi jumlah energi, karbohidrat, protein dan lemak:
·         Kebutuhan energi sebesar 1886,5 kkal
·         Kebutuhan protein sebesar 01,5 g/kgBB yaitu 52,5 gram.
·         Kebutuhan lemak sebesar 25% dari kebutuhan energi total yaitu 52,4 gram.
·         Kebutuhan karbohidrat sebesar 60% yaitu 283 gram
b)      Memodifikasi jenis: Proteinàtinggi BCAA, Lemakàpilih yang tinggi omega-3.
c)      Memodifikasi jadwal makanàmakanan diberikan dalam porsi kecil namun sering.
d)     Memodifikasi asupan mineral dan vitaminàpemberian suplemen vitamin dan mineral
e)      Memodifikasi asupan natriumà mengurangi asupan natrium karena pasien mengalami odem.
C3. IMPLEMENTASI

1.      Pemberian makanan secara enteral dan parenteral. Jika kondisi pasien membaik maka bisa diberikan makanan oral jenis lunak dengan total energy 1886,5 kkal, karbohidrat 283 g, protein 52,5 g, lemak 52,4 g.
2.      Pemberian makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering 5-6x per hari (3x makan besar, 2x snack).
3.      Pemberian jenis protein dalam bentuk hewani dan nabati, lebih didominasi protein nabati .
4.      Pemberian jenis lemak dalam bentuk asam lemak rantai sedang (MCT)
5.      Edukasi dan konseling kepada keluarga pasien dan pasien terkait penyakit yang diderita. Materi yang diberikan yaitu informasi mengenai diet yang dijalankan selama berada di rumah sakit, disertai dengan pemberian contoh makanan yang sesuaidengan penyakitnya dan pantangan maknan serta contoh aktivitas fisik yang dapat dijalankan.






D. MONEV

Domain
Data
Target
FH

FH 1.2.2.1 Jumlah asupan makan
3x makan utama dan 2x selingan
Menggunakan metode wawancara

AD
AD 1.1.2 Berat  badan
AD.1.1.5 IMT
IMT normal (Metode : penimbangan BB)
IMT normal  (18,5-22,9 kg/m2)
BD
BD 1.1.1 Arterial pH
BD 1.1.3 PaCO2
BD1.5.2 Glukosa Darah Puasa
BD 1.4.2 ALT: 12,2
BD1.10.1  Hemoglobin:5gr/dL
BD1.10.2 Hematokrit : 17
BD1.11.1 Albumin: 1,28  mg/dl
kadar Arterial pH normal (7,3- 7,45)
kadar PaCO2 normal (35-45)
kadar Gula darah normal
ALT normal (13-69)
Hb normal (12-16g/dl)
Hematokrit normal (37-43%)
Albumin normal (3,5-5mg/dl)
PD
PD 1.1.1 overall apperance
PD 1.1.5 digestive system
PD-1.1.6 Head and eyes

Tidak lemas dan odem berkurang atau hilang
Konstipasi dan nyeri perut berkurang atau hilang.
Nggliyeng berkurang atau hilang.
Dengan metode wawancara dan observasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar