BROKOLI
MENINGKATKAN DAYA INGAT
1.
Tentang
Brokoli
Brokoli (Brassica oleracea L. Kelompok Italica)
adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan
atau Brassicaceae. Brokoli
berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah
sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama
(sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Brokoli
merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin
Bagian
brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat
seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut
dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun
brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.
2.
Kandungan Brokoli
Sayuran ini digemari masyarakat
karena dikenal mempunyai kandungan gizi tinggi. Berdasarkan database dari
United States Department of Agriculture (USDA) nilai gizi per 100 g brokoli
mentah (bagian yang dapat dimakan) mengandung 6,64 g karbohidrat; 1,7 g gula;
2,6 g serat; 0,37 g lemak; 2,82 g protein; 89,30 g air; 31 µg vitamin A; 361 µg
β-karoten; 0,071 mg thiamin (vitamin B1); 0,117 mg riboflavin (vitamin B2);
0,639 mg niasin (vitamin B3); 0,573 mg asam pantotenat (vitamin B5); 0,175 mg
vitamin B6; 63 µg folat; 89,2 mg vitamin C; 47 mg kalsium, 0,73 mg zat besi; 21
mg magnesium; 66 mg fosfor; 326 mg kalium; dan 0,41 mg zink.
Brokoli
mengandung vitamin C dan serat
makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa
glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli
mengandung senyawa anisotiosianat yang sebagaimana sulforafana, ditengarai memiliki aktivitas
antikanker.
Brokoli adalah biangnya sayuran.
Selain kaya serat makanan, kandungan vitamin dan mineralnya melebihi makanan
lain. Satu cangkir brokoli kukus yang mengandung 184 kalori menyediakan 150
persen dari kebutuhan harian vitamin A, 7 persen kalsium, 13 persen zat besi, 8
persen thiamine, dan 5 persen niacin. Dalam takaran yang sama, brokoli kukus
mengandung 90 persen vitamin C yang terdapat dalam jeruk segar dan mengandung
kalsium yang nilainya hampir separuh yang ditawarkan segelas susu.3
Selain itu, menurut Moreno et al
(2006) brokoli juga mengandung glukosinolat, sulphoraphane, dan
indole-3-carbinol yang berfungsi sebagai senyawa antikanker. Selain itu brokoli
ini bermanfaat sebagai antikolinesterase dan antioksidan.2
Antikolinesterase merupakan enzim
yang dapat menghambat neurotransmiter asetilkolin, pemicu menurunnya daya ingat
pada lansia. Meski demikian, khasiat itu bermanfaat untuk berbagai usia. Karena
itu, alangkah baiknya jika konsumsi brokoli dibiasakan sejak dini.1 Gizi dalam brokoli ini dapat
berguna untuk perkembangan pada masa pertumbuhan. Brokoli juga menjaga
kesehatan di segala usia.
3.
Pengolahan
Brokoli
Sebagai makanan, brokoli
biasanya direbus atau dikukus, atau dapat pula dimakan mentah. Cara terbaik dalam mengolah brokoli adalah dengan cara
dikukus. Hal ini bertujuan agar segala vitamin dan nutrisi penting di dalamnya
tidak hilang selama proses pemasakan. Merebus brokoli akan menghilangkan
sekitar 50 % asam folat yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, jika
ingin mengolah brokoli dengan cara direbus, sebaiknya brokoli tidak direbus
terlalu lama, kira-kira tidak lebih dari 5 menit.2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar