Awalnya blog kumpulan tugas kuliah, lantas menjelma menjadi sarang laba-laba. kini dihidupkan kembali dengan berbagai post di dalamnya, beberapa artikel yang mungkin bermanfaat untuk dibaca, beberapa hanyalah limbah dari pikiran dan tulisan yang sayang jika hanya mengendap di folder tak terbaca.

Sabtu, 26 September 2015

Zat Gizi dan Psikologi #2: "Khasiat Buah Berry untuk Optimalkan Fungsi Otak"



KHASIAT BUAH BERRY UNTUK OPTIMALKAN FUNGSI OTAK

A.      PEMBAHASAN

1.      Buah Berry

Berry adalah kelompok buah-buahan yang termasuk dalam kelas Magnoliopsida. Buah berry umumnya berbentuk bulat kecil, dengan kandungan antosianin sehingga warnanya beragam dari merah hingga ungu tua. Beberapa jenis buah berry antara lain :

1.      Stroberi
Sroberi adalah sebuah varietas berry yang paling banyak dikenal di dunia. Seperti spesies lain dalam genus Fragaria (stroberi), buah ini berada dalam keluarga Rosaceae. Buah stroberi berwarna hijau keputihan ketika sedang berkembang, dan pada kebanyakan spesies berubah menjadi merah ketika masak. Selain antioksidan, di dalam stroberi juga mengandung vit C, asam folat dan kalium.

2.      Blackberry
Sekilas bentuk Blackberry seperti buah anggur, hanya saja ukurannya lebih kecil. Suku asli Amerika, biasanya mengkonsumsinya untuk dijadikan obat. Tapi seiring kemajuan zaman, banyak  dijumpai dalam bentuk selai atau minuman instant.

3.      Blueberry
Blueberry adalah tanaman berbunga dalam genus Vaccinium, bagian Cyanococcus. Bentuknya bulat kecil dan berwarna ungu ketika sudah masak. Blueberry mengandung zat bernama Anthocyanosides, yang merupakan antioksidan terkuat. Disamping itu buah ini juga kaya akan vitamin C, A dan B.

4.      Raspberry
Raspberry merupakan tanaman semak yang tumbuh di berbagai area dunia. Terdapat dua jenis raspbery yaitu merah dan hitam. Kandungan vitamin dalam buah ini juga banyak, seperti vit C, polyphenol serta anthicyanin yang bermanfaat untuk kesehatan.

5.      Goji berry
Goji berry merupakan buah yang kaya akan nutrisi dan asam amino. Kandungan beta karotennya lebih tinggi dari pada wortel.

6.      Anggur
Di antara buah berry lainnya, anggur adalah satu-satunya buah yang menghasilkan fruktosa alami dan glukosa ehingga mudah dicerna. Disamping itu anggur juga banyak memberikan energi. Semua nutrisi di anggur hanya bisa di dapat saat kondisi matang.

Secara keseluruhan bahan aktif dalam buah berry berupa sekelompok flavonoid yang disebut antosianidin yang mampu memberikan perlindungan dari berbagai racun dan radikal bebas, baik di bagian tubuh yang berair maupun berlemak. Pada umumnya, vitamin C hanya melindungi bangian tubuh yang berair, sedangkan vitamin Adan E melindungi jaringan yang berlemak. Kelebihan itu menjadi makin berarti mengingat sebagian besar organ tubuh  manusia mengandung lemak dan air. Antosianidin mampu mencegah kerusakan kolagen. Kolagen adalah komponen elastic di kulit, persendian, serta pembuluh darah yang membawa nutrisi ke otak. Antosianidin adalah zat gizi yang kuat sehingga tidak mudah hilang bila diproses. Jadi selain dalam bentu segar, berry juga dapat dikonsumsi dalam bentuk kalengan.

Berry juga mengandung vitamin C dan beta karoten yang mempunyai kekuatan antioksidan. Antioksidan akan melumpuhkan radikal bebas dan menghambat proses kerusakan sejumlah besar antioksidan dapat membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dan mencegah rusaknya memori.

2.      Otak
Otak manusia adalah jaringan lunak yang beratnya sekitar 0,5 kilogram. Otak berisi sekira 100 miliar sel yang tersusun secara sangat canggih yang memiliki fungsi kompleks sebagai pusat pengendali seluruh aktivitas manusia. Otak merupakan organ tubuh paling kompleks. Tidak hanya mengatur pikiran, bicara, dan emosi, otak juga menjadi pusat kendali semua hal dari fuingsi sederhana seperti detak jantung dan kegiatan bernafas, hingga fungsi yang kompleks seperti dorongan seks, ingatan dan suasan hati. Sepanjang hidup otak terus menerima rangsangan mengolah dan menyimpan informasi, mengembangkan pikiran dan emosi, serta menyimpan memori.
 
Secara sederhana memori dapat dimengerti sebagi kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat digunakan lagi dimasa yang akan datang. Batasan ini mengandung beberapa implikasi. Pertama, manusia atau organisme diharapakn dapat menyimpan informasi. Untuk itu informasi yang diterima melalui semua indera kan diubah bentuknya sedemikian rupa sehingga dapat disimpan dalam otak. Proses pengubajan informasi menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme disebut : encoding. Setelah encoding selesai diakukan, baru dapat dilakukan penyimpanan atau retensi atau storage. Batasan di ats menunjukkan bahwa informasi tidak hanya disimpan saja. Tapi harus dapat dipanggil kembali, inlah yang disebut proses retrieval. Apabila informasi iang sudah disimpan tidak dapat dipanggil kembali, terjadi proses lupa.

Ada 3 jenis memori, yaitu :
a.       Memori sensoris
Yaitu proses penyimpanan memori melalui jalur syaraf-syaraf sensoris yang berlangsung dalam waktu amat pendek.
b.      Memori jangka pendek
Yaitu suatu proses penyimpanan memori sementara. Disebut juga working memory, karena informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi itu masih dibutuhkan.
c.       Memori jangka panjang
Yaitu suatu proses penyimpanan informasi yang relatif permanen.

Ketiga jenis memori ini saling berhubungan erat. Informasi akan selalu diterima ke dalam memori sensoris, kemudian sejumlah tertentu akan diteruskan ke dalam memori jangka pendek dan yang lain hilang. Dari memori jangka pendek ada proses seleksi lagi untuk diteruskan ke memori jangka panjang yang tidak diteruskan juga akan dilupakan.

3.      Hippocampus. 

Berbentuk seperti huruf C dan terletak di tengah otak serta merupakan bagian dari kulit otak yang menjulur ke bagian dalam otak. Karena itu, fungsinya terkait erat dengan proses rasional kulit otak. Bagian ini berfungsi untuk menyimpan memori rasional, terutama ingatan-ingatan jangka pendek, serta berperan dalam sistem limbik yang menjadi pusat fungsi luhur manusia, yakni yang memberikan pertimbangan rasional.

4.      Berry untuk Otak

Sebuah investigasi yang dihubungkan dengan Krikoriad et al tentang keuntungan cognitive dari jus anggur pada orang yang berusia lanjut menunjukan bahwa, orang lanjut usia (dewasa akhir) dengan penurunan kapasitas ingatan tetapi tidak dimensia memiliki pengaruh yang signifikan pada beberapa pengukuran fungsi kognitif ketika diberikan suplementasi dengan jus anggur selama 12 minggu bila dibandingkan dengan placebo. Jus anggur dapat bekerja secara efektif dalam mempertahankan fungsi ingatan atau mencegah resiko kembalinya sikap seperti anak-anak ketika sudah lanjut usia.

Mekanisme sinyal adalah hubungan antara antioksidan dengan efeknya dapat ditunjukan secara jelas pada penelitian yang melibatkan tikus muda dengan usia 3 bulan yang dikontrol asupan gizinya atau diberikan satu jenis suplementasi antara ekstrak stroberi atau ekstrak blackberry sebanyak 2 % selama 8 minggu.

Pemberian jus anggur dan suplementasi jus blackberry selama 12 minggu dapat memberikan efek yang menguntungkan bagi tubuh. Penelitian ini menghasilkan data bahwa, pemberian suplemen ini diindikasikan bahwa beberapa aspek mengenai proses pembelajaran dan ingatan dapat dikembangkan dengan pemberian suplementasi dan ekstrak blackberry pada manusia.

B.       KESIMPULAN

Berry mengandung sekumpulan flavonoid yang berupa antosianidin yang mampu memberikan perlindungan dari berbagai racun dan radikal bebas, baik di bagian tubuh yang berair maupun berlemak. Pemberian jus anggur dan suplementasi jus blackberry selama 12 minggu dapat memberikan efek yang menguntungkan bagi tubuh. Pemberian suplemen ini diindikasikan bahwa beberapa aspek mengenai proses pembelajaran dan ingatan dapat dikembangkan dengan pemberian suplementasi dan ekstrak blackberry pada manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar