Aku tau yang namanya "iri dengki" itu termasuk salah satu penyakit hati, yang Rasulullah SAW sangat tidak menyukainyai.
Tapi aku juga tau, ternyata untuk benar2 jauh dari penyakit itu sangat susah.
Sudah berupaya, sudah "disenyapkan", tapi kenapa masih aja terasa mengganjal ya di hati?
Aky pikir dengan menceritakannya ke orang lain akan membuatnya pudar dan sirna, hanya saja aku tidak bisa menemukan orang yg tepat untuk menceritakannya.
Dan lagi,
Aku takut akan dosa gibah.
Ya Allah....
Kenapa selalu terasa sesak dan ingin marah?
Kenapa selalu merasa ingin menangis?
Rasanya pengen selali buat bilang,
"di japri aja bisa ga?"
"emang kenapa kalo makan diluar?"
"kenapa kok merong-rong minta uang terus?"
"kamu pikir aku engga butuh hiburan?"
"emang ga boleh ya jalan2 sebentar?"
"mbok pikir aku ga stress apa dirumah terus?"
"bisa ga ga usah ngurusin hidupku dan keluargaku?"
"aku tu ga mau dirumah itu, aku tu mau pulang ke rumahku sendiri, rumahku yg ada bapak ibuku"
"aku tu menderita di rumah itu"
"aku tu capek"
"aku tu pengen nyinyir"
"bisa ga ga usah apdet kalo jalan2?"
"emang aku ga boleh ke mall?"
"itu dia aja sama bayinya ke mall terus kok ga mbok marahi"
"lha aku ke mall Ya Allah sebulan bisa dihitung jari aja masih mbok nyinyiri"
"aku tu ga suka liat kamu jalan2 terus fotonya mbok aplod2"
"kamu enak ga usah cuci piring, makan tinggal makan, ada yg bantu urus anakmu, ke mall sak enak udelmu pake mobil"
"aku ga mau pulang ke rumah itu lagi tapi ga bisa"
.
Awalnya blog kumpulan tugas kuliah, lantas menjelma menjadi sarang laba-laba. kini dihidupkan kembali dengan berbagai post di dalamnya, beberapa artikel yang mungkin bermanfaat untuk dibaca, beberapa hanyalah limbah dari pikiran dan tulisan yang sayang jika hanya mengendap di folder tak terbaca.
Selasa, 12 Maret 2019
Refleksi
Dear my self,
Think again.
Kalo mau ngambek, coba dipikir lagi.
Kalo mau marah, coba dipikir lagi.
Apa iya kamu harus marah ?
Apa iya kamu harus ngambek ?
Gak selamanya marah dan ngambek bikin hatimu lega,
Yang ada malah rasa bersalah yg timbul setelahnya bukan?
Kamu tau jawabannya,
Aku tau kamu tau kok wahai diriku,
Apa coba?
Bersyukur.
Kamu itu cuma kurang bersyukur.
Apa ga capek sih selalu lihat "rumput tetangga" ?
Ayolah diriku, stop ya plis,
Demi hati yang bersih.
Mulailah dengan BERSYUKUR.
Bismillah..
Allah mudahkan :)
Think again.
Kalo mau ngambek, coba dipikir lagi.
Kalo mau marah, coba dipikir lagi.
Apa iya kamu harus marah ?
Apa iya kamu harus ngambek ?
Gak selamanya marah dan ngambek bikin hatimu lega,
Yang ada malah rasa bersalah yg timbul setelahnya bukan?
Kamu tau jawabannya,
Aku tau kamu tau kok wahai diriku,
Apa coba?
Bersyukur.
Kamu itu cuma kurang bersyukur.
Apa ga capek sih selalu lihat "rumput tetangga" ?
Ayolah diriku, stop ya plis,
Demi hati yang bersih.
Mulailah dengan BERSYUKUR.
Bismillah..
Allah mudahkan :)
Langganan:
Postingan (Atom)