4 JALUR FERMENTASI GLUKOSA
Dalam tahap pertama fermentasi
glukosa selalu terbentuk asam piruvat. Pada mikroba dikenal paling sedikit
empat jalur pemecahan glukosa menjadi asam piruvat, yaitu:
1. Jalur Embden-Meyehoff-Parnas (EMP)
Jalur ini juga dikenal sebagai glikolisis, ditemukan pada fungi dan kebanyakan bakteri,
serta pada hewan dan manusia. Jalur EMP terdiri dari beberapa tahap,
masing-masing dikatalis oleh enzim tertentu. Jalur tersebut ditandai dengan
pembentukan fruktosa difosfat,
dilanjutkan dengan pemecahan fruktosa difosfat menjadi dua molekul gliseraldehida fosfat.
Reaksi ini dikatalis oleh enzim aldolase. Kemudian terjadi reaksi dehidrogenasi
gliseraldehida fosfat (fosfogliseraldehida) yang merupakan reaksi oksidasi yang
menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Reaksi ini dikatalis oleh enzim
gliseraldehida fosfat dehidrogenase.
Atom hidrogen yang
terlepas akan ditangkap oleh nikotinamida-adenin-dinukleotida (NAD), membentuk
NADH2. Proses fermentasi dapat berlangsung terus jika NADH2
dapat dioksidasi kembali pada tahap kedua fermentasi sehingga melepakan atom
hidrogen kembali. jadi, NAD berfungsi sebagai pembawa hidrogen dalam proses
fermentasi.
Energi yang dilepaskan
selama oksidasi gliseraldehida
fosfat cukup untuk membentuk dua molekul ATP. Karena satu molekul glukosa
menghasilkan dua molekul gliseraldehida fosfat, maka seluruhnya dibentuk empat
molekul ATP. tetapi karena dua molekul ATP dibutuhkan untuk mengubah glukosa
menjadi fruktosa difosfat, hanya tinggal dua molekul ATP yang dapat digunakan
untuk pertumbuhan untuk setiap molekul glukosa yang dipecah. Reaksi
keseluruhnnya sebagai berikut
2.
Jalur Entner-Doudoroff
(ED)
Ditemukan pada beberapa bakteri. Dalam jalur ED
terbentuki suatu intermediet unik yaitu 2-keto-3-deoksi-6-fosfoglukonat (KDFG).
Komponen ini akan dipecah oleh aldolase menjadi triosa yaitu piruvat dan
gliseraldehida-3-fosfat. Komponen yang terakhir ini kemudian dapat masuk
kedalam jalur EMP membentuk molekul piruvat yang kedua dengan melepaskan dua
mol ATP dan satu mol NADH + H+. Reaksi keseluruhannya:
3.
Jalur Heksosamonofosfat
(HMF)
Ditemukan pada berbagai organisme. Jalur HMF penting
dalam metabolisme mikroba untuk menghasilkan pentosa yang diperlukan untuk
sintesis asam nukleat, beberapa asam amino aromatik dan vitamin, serta sebagai
sumber NADP + H+ yang diperlukan untuk reaksi
biosintesis. Jalur ini disebut juga siklus pentosa, dimana tidak dihasilkan
energi secara langsung, tetapi NADP + H+ yang dibentuk
merupakan sumber energi potensial jika masuk ke dalam sistem tranpor elektron.
Enzim yang berperan dalam jalur HMF adalah transaldolase dan transketolase
4. Jalur Fosfoketolase (FK)
Hanya ditemukan pada bakteri yang tergolong laktobasili
heterofermentatif.Jalur FK hanya terjadi pada grup bakteri yang
tergolong laktobasili heterofermentatif. Jalur ini merupakan percabangan dari
jalur HMF, karena bakteri ini tidak mempunyai enzim aldolase yang dapat memecah
fruktosa 1,6-difosfat menjadi dua triose-fosfat, dan tidak mempunyai enzim
transaldolase dan transketolase yang penting dalam jalur HMF.
Kelompok mikroba
yang mempunyai peranan penting dalam fermentasi karbohidrat yaitu khamir,
kapang dan bakteri serta beberapa spesies actinomycetes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar